Malam terakhir

3.00 a.m.

Tak sekejappun mata mau terpejam.  Terasa berat, meninggalkan malam terakhir ini. Entah sedih, entah risau. Esok, semua kenikmatan ini akan usai. Semua kembali seperti biasa. Seperti biasa? Entahlah. Aku berharap tidak! Esok yang baru. Esok yang lain. Setelah semua kotoran terbasuhkan. Setelah semua debu terhempaskan. Masihkah aku begitu bodoh untuk kembali menjadi manusia biasa?

4 comments ↓

#1 Di sana « Tancep Kayon on 10.01.08 at 2:43 am

[...] Malam terakhir [...]

#2 edratna on 10.01.08 at 2:20 pm

Sanggupkan kita tetap menahan nafsu, seperti saat bulan Ramadhan? Atau kita menjadi manusia yang lupa, yang malah bersenang-senang menyalurkan nafsunya, setelah sebulan tertahan? Hanya kitalah yang bisa menjawabnya…dan sebetulnya kita mampu kalau mau berusaha.

#3 moh arif widarto on 10.01.08 at 9:33 pm

Semoga Sampeyan selalu dikaruniai kenikmatan seperti yang Sampeyan rasakan selama bulan Ramadhan karena saya yakin Ramadhan telah menjadikan Sampeyan semakin bertakwa.

Mohon maaf atas segala salah dan khilaf. Sugeng riyadi.

#4 ann!sha on 11.26.08 at 2:04 pm

so sweeettt …

Leave a Comment

ikan